hmmm,, tapi ini diangkat dari kisah nyata seorang anak manusia yang cantik dan jelita :D ..
Okok,,
ini terjadi pas aku esempe dulu, kelas dua.. inget banget yah.
Sebenarnya ceritanya memalukan tapi lucu juga kalo dikenang.
Aku anak ke 5 dari 7 bersaudara, keluarga kami hidup dalam kesederhanaan bahkan biasanya sering ngurus surat kurang mampu di kantor kepala desa untuk ngurus beasiswa.
Dengan semangat yang pantang menyerah, aku terus berjuang menuntut ilmu dengan segala keterbatasan yang ada.
Tak jarang seragam yang aku kenakan adalah seragam bekas yang diberikan para darmawan, ataupun sepatu yang dikenakan sudah menampakan jempol kakiku yang manis,, eh tapi aku tak pernah mengeluh(baikan aku,,hehe).
Nah, bisa beli sepatu bari itu rasanya sesuatu yang sangat membahagiakan bagiku.
Semeter baru hampir tiba,
kakakku , si nomer 2 yang bekerja diperantauan alhamdulillah sesmester ini sudah bisa membelikan adk2nya sepatu baru... (Wah senangnyaa.. trallaa traliii.. )..
Singkat cerita 3 pasang sepatu baru sampai dirumah, sepasang untuk ku dan yang lain untuk 2 adikku.
Dengan penuh semangat aku buka kotak sepatunya, jreng jreng,, sepatu baru dengan warna hitam mengkilap. Aku perhatika dengan cara seksama, sepertinya ada yang aneh, tapi apa yang.. sekali lagi aku perhatikan dengan teliti,, tenyata sepatu kanan n kirinya beda merk.. :(.. bagaimna ini,, aku kecewa, tapi mau ditukarkam gak mungkin kakak tinggalya jauh, mau beli sepatu baru lagi, mana ada uang.
Baiklah berhubung aku anak baik,
akupun terpaksa memakai sepatu itu satu semester.
sepatu yang sepitas sama namun berbeda.. yang sama hanya warnanya saja dan bentuknya sih agak mirip..
Aku malu memakainya, tapi aku gak punya sepatu lain..
Setiap berbaris, aku selalu pilih barisan paling belakang, atau rok yang sengaja aku panjangan untuk menutupi sepatu yang dipaksa berjodoh itu.
aihh malunyaaa,, pernah suatu hari ketauan sama teman sepatunya lain sebelah :'( , habis deh dibully. ah sudah lah tak usa di anggap.
Satu semester berlalu, dan alhamdulillah semester berikutnya ada rezki bisa beli sepatu lagi.
Selamat tinggal sepatu yang lama.. terimakasih sudah menemani kaki ini dalam berjuang..
Segala rasa yang hadir ketika kau membersamaiku cukup jadi kenangan sajah.
Sedih, kecewa, kesal, ataupun malas ketika bersamamu sudah lama terlewati..
Terimakasih sudah membantuku dalam memaknai penerimaan.
"Menerima setiap takdirNya dengan sebaik-baik penerimaan, sebab setiap takdirNya adalah baik, meski tidak selalu indah tapi itu lah yang terbaik dan percayalah setiap kesedihan itu akan berlalu dan berganti kebahgiaan"
Semeter baru hampir tiba,
kakakku , si nomer 2 yang bekerja diperantauan alhamdulillah sesmester ini sudah bisa membelikan adk2nya sepatu baru... (Wah senangnyaa.. trallaa traliii.. )..
Singkat cerita 3 pasang sepatu baru sampai dirumah, sepasang untuk ku dan yang lain untuk 2 adikku.
Dengan penuh semangat aku buka kotak sepatunya, jreng jreng,, sepatu baru dengan warna hitam mengkilap. Aku perhatika dengan cara seksama, sepertinya ada yang aneh, tapi apa yang.. sekali lagi aku perhatikan dengan teliti,, tenyata sepatu kanan n kirinya beda merk.. :(.. bagaimna ini,, aku kecewa, tapi mau ditukarkam gak mungkin kakak tinggalya jauh, mau beli sepatu baru lagi, mana ada uang.
Baiklah berhubung aku anak baik,
akupun terpaksa memakai sepatu itu satu semester.
sepatu yang sepitas sama namun berbeda.. yang sama hanya warnanya saja dan bentuknya sih agak mirip..
Aku malu memakainya, tapi aku gak punya sepatu lain..
Setiap berbaris, aku selalu pilih barisan paling belakang, atau rok yang sengaja aku panjangan untuk menutupi sepatu yang dipaksa berjodoh itu.
aihh malunyaaa,, pernah suatu hari ketauan sama teman sepatunya lain sebelah :'( , habis deh dibully. ah sudah lah tak usa di anggap.
Satu semester berlalu, dan alhamdulillah semester berikutnya ada rezki bisa beli sepatu lagi.
Selamat tinggal sepatu yang lama.. terimakasih sudah menemani kaki ini dalam berjuang..
Segala rasa yang hadir ketika kau membersamaiku cukup jadi kenangan sajah.
Sedih, kecewa, kesal, ataupun malas ketika bersamamu sudah lama terlewati..
Terimakasih sudah membantuku dalam memaknai penerimaan.
"Menerima setiap takdirNya dengan sebaik-baik penerimaan, sebab setiap takdirNya adalah baik, meski tidak selalu indah tapi itu lah yang terbaik dan percayalah setiap kesedihan itu akan berlalu dan berganti kebahgiaan"