Cerpen
Cinta adalah anugerah yang Allah titipkan pada hati setiap insan.
Cinta adalah Fitra manusia, setiap insan tentu ingin dicinta dan juga mencinta.
Namun banyak orang yang salah mengartikan cinta, mengumbar nafsu berbalut cinta.
Percayalah
cinta tak seburuk itu, karena dia anugerah maka selayaknya jua cinta
sejati adalah cinta yang hadir karana Nya. Kita tidak mampu menolak
cinta ketika dia datang, namun kita mampu memilih menjaga hati atau
menbiarkan panah-panah syetan memporak-porandakn jiwa bahkan iman.
*******
Ketika jatuh cinta bukan pilihan
Tidak
ada yang berbeda dengan hujan disore itu, masih tetap sama. membasuh
jiwa-jiwa yang terluka dengan setiap tetes Rahmad dari Nya.
Namun
hujan kali ini membawa rasa yang berbeda di hati Fajar. Fajar, akhwat
sholeha yang menjaga hati agar tak terjamah cinta yang tak halal,
sekarang tengah diuji. Hujan di sudut mata Fajarpun tak kalah deras
tetesan Rahmad diluar sana. Semakin syahdu diiringi nasyid maydani
"Jangan Jatuh Cinta",
(lirik, Jangan jatuh cinta tapi bangun cinta)
Di sini pernah ada rasa simpati
Di sini pernah ada rasa menggagumi
Rasa ingin memiliki
Memasukkanmu ke dalam hati ini
Menjadi penghuni...
Mencoba berlindung di balik fitrahnya hati
Untuk mencari pembenaran diri...
Namun Ternyata semua hanya permainan nafsu
Untuk memburu cinta yang semu
Aku Tertipu...
Tuhanku berikanku cinta yang Kau titipkan
Bukan cinta yang ku tanam 2 x
Aku ingin rasa cinta ini
Masih menjadi cinta perawan
Cinta yang hanya aku berikan
Saat ijab qabul telah tertunaikan 2 x
Tuhanku berikanku cinta yang Kau titipkan
Bukan cinta yang ku tanam 5 x
*****
Ada
getar yang tidak biasa ketika melihat ustad muda itu, "astagfirullah,
astagfirullah.." berulang kali Fajar beristigfar ketika mengikuti
kajian dimesjid kampus sore itu.
Ustadz muda itu sudah beberapa kali ngisi dikajian yang Fajar ikuti, namun ntah mengapa rasa mengagumi semakin bersemi.
Kurni,
Ustadz muda hafidz quran 30 juz dan sekarang sudah sukses dengan usaha
caffenya dia rintis sendiri. Meskipun sudah mapan namun Kurnia belum
mau menikah dan dia begitu dingin dengan para akhwat. Sudah banyak
akhwat yang ditawarkan baik oleh orang tua maupun oleh Murobbinya, namun
semua ditolak dengan alasan belum mau menikah dan tidak cocok dengan
akhwatnya.
Pulang kajian Fajar kembali menata hati
yang hampir saja porak poranda diterjang virus merah jambu (VMJ), tak
henti-henti Fajar beristigfar namun fikirannya belum mampu lepas dari
ustadz muda tadi. Batinnya berkecamuk, namun dia tetap melaju dengan
sepeda motornya. Ditengah gemuruh hati yang tak menentu tanpa disadari
dari belokan yang dilewati Fajar sebuah mobil muncul.. "Allahuakbar",
Fajar kaget dan terjatuh, beruntung mobil hanya menyenggolnya saja.
buru-buru seorang lelaki keluar dari mobil, dan membantu memberdirikan motor Fajar..
"Maaf ukhti, ana tadi tidak lihat, apa ukhti ada luka?". Alangkah kagetnya Fajar ternyata lelaki itu adalah ustadz Kurnia.
" Ana tidak apa-apa, afwan" dan Fajarpun berlalu pergi agar sang hati tak ternoda angkara dan syetanpun turut bahagia.
Kurnia
masih berdiri terpaku, ada rasa yang berbeda ketika melihat akhwat itu.
Belum pernah dia merasakan rasa seperti itu. "Ya Allah, akhwat itu
lagi,, astagfirullah" diam-diam selama ini Kurnia memperhatikan gadis
itu yang selalu hadir di majelisnya dan sekaligus panitia penyelenggara
kajian itu, beberapa kali mereka sempat komunikasi seperlunya untuk
kelangsungan kajian.
******
"Kunia, bagaimana dengan Aisyah gadis yang kami kenalkan padamu bulan lalu, keluarganya minta kepastian".
"Ayah, Kurnia belum mau menikah dalam waktu dekat dan kurnia rasa tidak cocok dengan gadis itu".
"Nak, bagaimanapun kamu ini faham agama, dan tidak baik lama-lama membujang seperti ini, atau kamu sudah punya calon sendiri?".
Kurnia
tertegun, bayangan gadis yang tak pernah absen dikajian yang dia isi
bahkan kemarin hampir ditabraknya kembali menggelayut difikirannya.
"belum ayah" jawabnya pelan.
"ya sudah besok kita kerumah Aisyah untuk membicarakan tanggal pernikahanmu" tegas ayahnya.
"tapi yah,, Kurnia belum siap"..
"tidak ada tapi-tapian!!."
******
Sore
itu Fajar sengaja menyendiri ditaman kampus Universitas Riau yang
senjuk dan nyaman untuk kembali bermuhabah dan menenangkan diri.
Sebentar lagi Fajar selesai kuliah dan orang tuanya pun mulai bertanya
tentang calon untuk Fajar. Orangt tua Fajar terlalu khawatir anaknya
susah mendapatkan jodoh karena berhijab syari. Semakin Buyar fikirannya
bayangan ustadz itu tidak mau lepas darinya.
Dilantukkannya
Kalam-kalam cinta Rabbnya dengan pelan. Perlahan alunan indah ayat suci
itu menusuk hingga relung hatinya, memberikan kedamaian dihati yang
sedang berkecamuk.
"Assalamu'alaykum kk, " suara Lala mengagetkan Fajar yang tengak khusuk tilawah.
"Wa'alaykumussakam, Lala."
"kakak
ngapain sendirian disini, hmm kakak nangis ya?wuih ternyata kakak yang
satu ni bisa nangis juga, ada apa kakakku sayang?"
Lala, akhwat ceriwis yang baru beberapa bulan lalu ber'hijrah' emang merasa begitu dekat dengan Fajar.
"ish ish siapa yang nangis dek, kakak cuma lagi terharu aj baca Quran"
"MasyaAllah kk, ajarin Lala supaya bisa memiliki hati seperti kakak".
Fajar hanya tersenyum getir, teringat hatinya yang sekarang tengah tak menentu.
"Kak,
punya nomer Ustadz Kurnia gak?, Kami mau mengundang ustadz keche itu di
seminar Kewirausaan yang diselenggarakan Unik Kegiatan Mahasiswa
Islam(UKMI) Fakultas kk".
Fajar menelan ludah,mengapa harus ada nama ustadz itu lagi.
Bahkan
Fajar merencanakan untuk sementara tidak menghadiri kajian bersama
ustadz itu untuk menjaga hatinya. Fajar ingin membuang jauh rasa itu,
Membunuh
dengan kejam setiap rasa yang mulai bertunas dihatinya, dia tak ingin
rasa itu tumbuh sebelum waktunya, sakit memang tapi Fajar berfikir
semoga ini berbalas pahala surga untukNya.
" Sepertinya kakak punya dek",
"Boleh
kk, Lala minta nomernya, soalnya agak mendadak ni kk, pemateri
sebelumnya mendadak gk bisa dan tidak merekomendasikan pengganti, semoga
beliau bisa ya kk, eh jangan lupa hadir ya kk".
kebiasaan Lala, suka nyerocos sesukanya tanpa memikirkan orang lain.
******
"Assalamu'alaykum ukhti,
apa kabar, afwan kemarin mobil ana nyerempet motor ukhti,
bagaimna keadaan ukhti?
dan afwan juga baru sempat bertanya sekarang" Kurnia memberanikan diri untuk Japri akhwat yang dia tabrak kemarin sore.
Japrian itu membuat fajar kaget, dia bingung balas atau tidak
"Wa'alaykumussalam,
alhamdulillah ana baik"
Fajar
hanya membalas singkat, sementara hatinya ingin sekali bercengkrama
lebih lama dengan ustadz, namun imannya masih mencegah untuk itu.
Disisi lain Kurnia juga merasakan hal yang sama,
Malam itu terasa begitu berat bagi hati yang tengah diuji.
Malam itu, mereka berdua sama-sama tidak bisa tidur nyenyak,
keduanya memutuskan untuk mengadu pada pemilik hati disepertiga malamnya.
******
Sepagi
ini kelurga Kurnia tengah bersiap untuk mengkhitbah Aisyah, dengan
langkah gontai Kurnia mengikuti kemauan orang tuanya, namun bayangan
tentang Fajar belum jua mampu dia tepis.
Hingga akhirnya, Keluarga memutuskan bulan depan Kurnia dan Aisyah akan segerah menikah.
Kurnia terpaksa terpaksa terima, namun sekali lagi bayangan Fajar yang ada di Hatinya.
Keesokan harinya Kurnia tanpa sengaja bertemu dengan Fajar ketika menjadi pembicara di Seminar Kewirausahaan dikampus Fajar.
Fajar tidak merencanakan untuk datang, namun tadi pas mau bimbingan dosennya tidak ada ditempat dan Lala memaksa untuk ikut.
Hati mereka berdua sama-sama getir,
ntah dari mana syetan mulai melancarkan panah-panahnya,
malam itu keduanya kembali Japrian via Wa.
ntah bagaimana pula mulanya penjagaan mereka mulai renggang,
Dua Minggu lamanya mereka berdua japrian bertukar fikiran hingga bercandaan,seperti tanpa hijab.
Sungguh syetan selalu pandai mencari celah untuk melemahkan manusia.
Hingga akhirnya, keduanya ditegur dengan sinyal-sinyal cinta oleh Allah.
Sungguh Allah mencintai mereka berdua, Allah tidak ingin mereka mencintai sesuatu yang buka haknya.
*****
Pagi
itu, Fajar mendapat info dari temannya kalau ustadz muda itu sebentar
lagi akan menikah dengan Aisyah kakak tingkat Fajar. Orang yang
mengenalan Fajar dengan jalan tarbiyah dan dakwah.
Hati Fajar kacau, namun dia tetap menjaga sikap agar tidak ada yang curiga.
Dengan tidak sabar Fajar mentabayyuni Kurnia,
Akhirnya
Kurnia terpaksa menjelaskan semuanya, dan jujur dengan perasaannya dan
Kurnia siap membatalkan pernikahan itu untuk selanjutnya melamar Fajar.
Namun semua tak semudah yang dibayangkan dan direncankan Kurnia,
Fajar tahu diri, Kk Aisyah memang lebih pantas untuk ustadz Kurnia dibanding dia.
Fajar tersadar dengan kesalahannya,
Fajar bergegas pulang dan bermuhasabah dengan apa yang terjadi.
Hatinya begitu terluka,
Dia menangis begitu pulu, namun tangisannya bukan untuk Kurnia, namun untuk semua dosa-dosanya.
Fajar menyesal pernah berharap pada Kurnia, Fajar menyesal dengan dosa-dosanya.
Bagaimana
mungkin dia mendahuli kehendak Allah, mengangap Kunia adalah jodohnya,
Bagaimana mencintai sesuatu yang belum halal untuknya.
"Astagfirullah,
cintaku bukan lagi cinta perawan, ya Allah ampuni hamba, membiarkan
panah-panah syetan merusak hati ini, membiarkan begitu saja rasa itu
tumbuh, padahal hamba tau itu salah,"
tak terbendung lagi
kesedihan Fajar, Selama ini dia selalu mengajarkan pada adik-adik
binaannya untuk selalu menjaga hati, menjaga komunikasi dengan yang
bukan muhrim tapi kali ini dia sendiri yang melakukankannya.
astagfirullah.
*****
Kurnia, berulang kali menghubungi Fajar namun tak jua terhubung, ternyata Fajar langsung memblokir semua akses dengan Kurnia.
malam itu Kurnia Khusus dengan sholat malamnya disambung sholat istikharah yang akhir-akhir ini tidak pernah dia tinggalkan.
Kurnia meleleh dan menyesali dengan apa yang dia lakukan.
hingga akhirnya dia yakin dengan keputusan orang tuanya.
Malam itu begitu syahdu,
dua orang insan yang tengah diuji hatinya kembali pada Rabbnya, mengadukan semua dosa-dosanya, dan memohon ampunannya.
Allah menguatkan hati mereka untuk menempuh jalannya masing-masing.
****
Semoga Fajar segera Allah pertemukan dengan jodoh terindahnya, agar cintanya berlabuhkan ditempat yang seharusnya.
dan Kurniapun diberkahi perjalanan cintanya.
"belum beriman seseorang sebelum Allah mengujinya,.
Indahnya menjaga hati,
hingga datang waktunya nanti,
mempuasakan hati,
hingga terasa begitu indah disaat berbuka nanti..
semoga Kau, Aku dan Dia mampu menjaga hati hingga saatnya nanti.
Kamis, 28 April 2016
Rabu, 27 April 2016
Sinyal Cinta dari Nya
Hingga akhirnya aku menyadari dan memahami, satu-satunya jalan untuk melewati ketakutan adalah dengan melawannya. Sebab terkadang apa yang terjadi tidak seburuk yang di fikirkan meskipun itu menyakitkan namun yakinlah itu yang terbaik untukmu.
ingatlah hakikatnya ujian adalah untuk mendekatkan hamba pada RabbNya.
ketika harapan mulai memudar, putus asa mulai menyapa,, Dia menegur dengan cara menabjukan, aku sebut sinyal cinta dari Nya. memanggilku untuk kembali mendekat padaNya.
Lewat sentilan kalimat yang menampar dari orang-orang tercinta, meski mereka tak mempunyai maksud dan mempunyai tujuan tertentu untukku namun bagiku sangat berarti.
"Jangan menjadikan masalah sebagai tuhan !!!". Aku tersentak mendengar celotehan seorang teman, dia sedang mengobrol denngan yang lain. aku hanya nguping tapi masyaAllah aku benar-benar tersadar.
tidak baik berlarut-larut dalam masalah, apa lagi membuat hidupmu lupa untuk bersyukur.
"Manusia yang dapat beradaptasi dengan lingkunga dia yang akan survive. jika tidak dapat beradaptasi maka akan tersingkir bahkan punah oleh lingkungan "
"kekhawatiran tak menjadikan bahayanya membesar, hanya dirimu yang mengerdil,Tenanglah Allah bersamamu, tugasmu hanya berikhtiar dan pahala syurga menantimu".
5 kunci pengokoh jiwa!!
1. AKU HARUS SIAP MENGHADAPI HIDUP INI, APAPUN YANG TERJADI
2. AKU HARUS RELA DENGAN KENYATAAN YANG TERJADI
3. AKU TAK BOLEH MEMPERSULIT DIRI
4. EVALUASI DIRI
5. ALLAHLAH SATU-SATUNYA PENOLONGKU
terimakasih untuk kalian yang hadir dalam hidupku..
sahabat dunia nyata maupun dunia maya.. smga kita selalu ada dijalan kebaikan ini..
ingatlah hakikatnya ujian adalah untuk mendekatkan hamba pada RabbNya.
ketika harapan mulai memudar, putus asa mulai menyapa,, Dia menegur dengan cara menabjukan, aku sebut sinyal cinta dari Nya. memanggilku untuk kembali mendekat padaNya.
Lewat sentilan kalimat yang menampar dari orang-orang tercinta, meski mereka tak mempunyai maksud dan mempunyai tujuan tertentu untukku namun bagiku sangat berarti.
"Jangan menjadikan masalah sebagai tuhan !!!". Aku tersentak mendengar celotehan seorang teman, dia sedang mengobrol denngan yang lain. aku hanya nguping tapi masyaAllah aku benar-benar tersadar.
tidak baik berlarut-larut dalam masalah, apa lagi membuat hidupmu lupa untuk bersyukur.
"Manusia yang dapat beradaptasi dengan lingkunga dia yang akan survive. jika tidak dapat beradaptasi maka akan tersingkir bahkan punah oleh lingkungan "
"kekhawatiran tak menjadikan bahayanya membesar, hanya dirimu yang mengerdil,Tenanglah Allah bersamamu, tugasmu hanya berikhtiar dan pahala syurga menantimu".
5 kunci pengokoh jiwa!!
1. AKU HARUS SIAP MENGHADAPI HIDUP INI, APAPUN YANG TERJADI
2. AKU HARUS RELA DENGAN KENYATAAN YANG TERJADI
3. AKU TAK BOLEH MEMPERSULIT DIRI
4. EVALUASI DIRI
5. ALLAHLAH SATU-SATUNYA PENOLONGKU
terimakasih untuk kalian yang hadir dalam hidupku..
sahabat dunia nyata maupun dunia maya.. smga kita selalu ada dijalan kebaikan ini..
Selasa, 26 April 2016
Kau Sahabatku
Teruntuk kau sahabat yang sudah membersamai perjalanan ini lebih dari 4 tahun.
Tak jarang kekakuan menjadi ungkapan cinta antara kita. Seperti saat ini, aku merasa sangat kehilangan namun aku tak ingin kau tau.. Namun hatiku tak kuasa menahan hingga aku putuskan menulis disini.. Semoga saja kau tak membacanya, sebab aku malu dan mungkin juga kau akan kikuk setelah membacanya..
****
Aku tak ingat bagaimana awal dari perjumpaan kita,
Namun setelahnya ada sejuta cerita yang menjadi kenangan indah kebersamaan kita.
Allah mentakdirkan kita untuk bersama, mulai dari dosen Penasehat Akademis yang sama, satu kelas, sama-sama hijrah bahkan diawal-awal kita dalam satu lingkaran cinta. Mungkin ketika kau tak ada orang yang pertama ditanyai adalah aku dan begitu juga sebaliknya bahkan hingga kita ditakdirkan untuk tinggal satu atap..
Jiwa kita begitu dekat namun ego kita tak jarang membuat kita salah faham.
Meski begitu kau tetaplah special dihatiku sahabat.
membersamai dijalan panjang nan penuh onak duri yang bernama 'Dakwah' ini..
Tak jarang disana hanya ada kau dan aku yang seiya sekata dalam perjalanan ini..
Kau selalu ada ketika aku butuh, namuan aku sering kali mengacuhkanmu, sebab aku belum mampu memahamimu sepenuhnya.
Semua hal kita lakukan bersama,
Bahagia bersama, repot-repot ngerjain pratikum dengan amanah dakwah yang bejibun dan tugaspun menumpuk, 'gila-gilaan' menghilangkan lelah atau 'gila-gilaan' ditengah hutan sebulan bersamamu dengan segala keterbatasan dan tantangan dilingkungan yang sama sekali tidak kita kenal.
ah sahabat begitu banyak hal indah yang ingin selalu dikenang dan tak mampu tertuang.
kau dengan segala keunikanmu yang terkadang over unik :D..
maaf jika aku serinng membuatmum kecewa.
****
Ntah mengapa ada ruang kosong dihati setelah kepergianmu. meski sementara namun aku merasa sedih yang mendalam.. Kau pergi dengan kemenangan namun aku masih disini masih terpuruk. terkadang aku membencimu, kenapa kau tak pedulikan aku,, namun sekali lagi aku berfikir... kau telah banyak membantu dengan caramu hanya saja aku yang tak peka.
sekali lagi kekakuan mengungkapkan cinta membuat kita terasa jauh akhir-akhir ini..
Ikatan ukhuwah diantara kita yang tak mampu diganti dengan apapun.
bagaimanapu aku mencintaimua karena Allah Ukhtiku, Sahabatku..
****
aku selalu iri dengan kau yang mempunyai jutaan semangat dan keberanian..
Semoga namaku masih ada dalam doa-doa terbaikmu. meski raga tak lagi bersama namun iman kita terlah terikatan dalam ukhuwah karenanya.. semoga Kau dan Aku bersama hingga JannahNya..
Jazakillah untuk semua hal..
Aku belajar banyak hal darimu..
maafkan aku yang kaku tak punya keberanian mengungkapkan semuanya padamu.
aku hanya mampu menuliskannya disini..
dan akupun berharap semoga kau takkan pernah menemukan tulisana ini..
meski aku tak mampu romantis untukmu,
tapi ntah mengapa kali ini banyak air mata dalam membuat tulisan ini.
aku Rinduu masa-masa indah bersamamu.
Mengejar mimpi, mengokohkan iman dan merajut ukhuwah bersamamu..
smga Allah mudahkan setiap langkahmu dalam meraih segala mimpi2mu yang telah tertata rapi
ukhti terbaikku.
#A_A_N <3
Tak jarang kekakuan menjadi ungkapan cinta antara kita. Seperti saat ini, aku merasa sangat kehilangan namun aku tak ingin kau tau.. Namun hatiku tak kuasa menahan hingga aku putuskan menulis disini.. Semoga saja kau tak membacanya, sebab aku malu dan mungkin juga kau akan kikuk setelah membacanya..
****
Aku tak ingat bagaimana awal dari perjumpaan kita,
Namun setelahnya ada sejuta cerita yang menjadi kenangan indah kebersamaan kita.
Allah mentakdirkan kita untuk bersama, mulai dari dosen Penasehat Akademis yang sama, satu kelas, sama-sama hijrah bahkan diawal-awal kita dalam satu lingkaran cinta. Mungkin ketika kau tak ada orang yang pertama ditanyai adalah aku dan begitu juga sebaliknya bahkan hingga kita ditakdirkan untuk tinggal satu atap..
Jiwa kita begitu dekat namun ego kita tak jarang membuat kita salah faham.
Meski begitu kau tetaplah special dihatiku sahabat.
membersamai dijalan panjang nan penuh onak duri yang bernama 'Dakwah' ini..
Tak jarang disana hanya ada kau dan aku yang seiya sekata dalam perjalanan ini..
Kau selalu ada ketika aku butuh, namuan aku sering kali mengacuhkanmu, sebab aku belum mampu memahamimu sepenuhnya.
Semua hal kita lakukan bersama,
Bahagia bersama, repot-repot ngerjain pratikum dengan amanah dakwah yang bejibun dan tugaspun menumpuk, 'gila-gilaan' menghilangkan lelah atau 'gila-gilaan' ditengah hutan sebulan bersamamu dengan segala keterbatasan dan tantangan dilingkungan yang sama sekali tidak kita kenal.
ah sahabat begitu banyak hal indah yang ingin selalu dikenang dan tak mampu tertuang.
kau dengan segala keunikanmu yang terkadang over unik :D..
maaf jika aku serinng membuatmum kecewa.
****
Ntah mengapa ada ruang kosong dihati setelah kepergianmu. meski sementara namun aku merasa sedih yang mendalam.. Kau pergi dengan kemenangan namun aku masih disini masih terpuruk. terkadang aku membencimu, kenapa kau tak pedulikan aku,, namun sekali lagi aku berfikir... kau telah banyak membantu dengan caramu hanya saja aku yang tak peka.
sekali lagi kekakuan mengungkapkan cinta membuat kita terasa jauh akhir-akhir ini..
Ikatan ukhuwah diantara kita yang tak mampu diganti dengan apapun.
bagaimanapu aku mencintaimua karena Allah Ukhtiku, Sahabatku..
****
aku selalu iri dengan kau yang mempunyai jutaan semangat dan keberanian..
Semoga namaku masih ada dalam doa-doa terbaikmu. meski raga tak lagi bersama namun iman kita terlah terikatan dalam ukhuwah karenanya.. semoga Kau dan Aku bersama hingga JannahNya..
Jazakillah untuk semua hal..
Aku belajar banyak hal darimu..
maafkan aku yang kaku tak punya keberanian mengungkapkan semuanya padamu.
aku hanya mampu menuliskannya disini..
dan akupun berharap semoga kau takkan pernah menemukan tulisana ini..
meski aku tak mampu romantis untukmu,
tapi ntah mengapa kali ini banyak air mata dalam membuat tulisan ini.
aku Rinduu masa-masa indah bersamamu.
Mengejar mimpi, mengokohkan iman dan merajut ukhuwah bersamamu..
smga Allah mudahkan setiap langkahmu dalam meraih segala mimpi2mu yang telah tertata rapi
ukhti terbaikku.
#A_A_N <3
Ikhlas untuk menyembuhkan luka
Dikolong langit sore, ku terpaku dibuai semilir angin yang menyibak luka lama.
Kali ini kubiarkan dia menusuk hingga relung hati,
hingga perih itu masih kurasa..
ah ternyata begitu sulit untuk ikhlas..
kurebahkan tubuh di tengah ilalang yg bersenandung mesrah ditiup sang angin.
semakin perih,seolah ilang-ilangan itu mencabik-cabik hati.
ah tidak,, tidak.. jangan begitu.
sekali lagi ku coba membiarkan diri hanyut dalam keagungan ciptaannya,,
kali ini ada rasa yang berbeda..
ada rasa yang memenihi dada..
seolah semua terasa ringan.
aku membiarkan diri larut dalam keagungannya hingga syukur memenuhi dada..
luka itu mulai tertutup kembali..
mencoba untuk Ridho dengan segala ketentuannya,
menjadikan ikhlas sebagai jalan untuk menemukan kebahagian baru.
menjadikan syukur sebagai pilihan terbaik untuk menemukan ketenangan.
sekali lagi aku ingat,,
biarkan semua menjadi masa lalu..
mengikhlaskan yang telah pergi dan merangkai kembali puing-puing harapan.
bagaimana mungkin aku berpaling
sementara kemanapun mukaku kuhadapakan yang kutemui adlah karunia Nya.
bagaimna mungkin aku ridak rela dengan semua yang terjadi sementara itu yang terbaik dg Allah yang mencintaiku.
mengikhlaskan segalanya padaNya..
sebab diri kitapun bukan milik kita.
jalani saja apa yang diinginkan pemilik jiwa.
Kali ini kubiarkan dia menusuk hingga relung hati,
hingga perih itu masih kurasa..
ah ternyata begitu sulit untuk ikhlas..
kurebahkan tubuh di tengah ilalang yg bersenandung mesrah ditiup sang angin.
semakin perih,seolah ilang-ilangan itu mencabik-cabik hati.
ah tidak,, tidak.. jangan begitu.
sekali lagi ku coba membiarkan diri hanyut dalam keagungan ciptaannya,,
kali ini ada rasa yang berbeda..
ada rasa yang memenihi dada..
seolah semua terasa ringan.
aku membiarkan diri larut dalam keagungannya hingga syukur memenuhi dada..
luka itu mulai tertutup kembali..
mencoba untuk Ridho dengan segala ketentuannya,
menjadikan ikhlas sebagai jalan untuk menemukan kebahagian baru.
menjadikan syukur sebagai pilihan terbaik untuk menemukan ketenangan.
sekali lagi aku ingat,,
biarkan semua menjadi masa lalu..
mengikhlaskan yang telah pergi dan merangkai kembali puing-puing harapan.
bagaimana mungkin aku berpaling
sementara kemanapun mukaku kuhadapakan yang kutemui adlah karunia Nya.
bagaimna mungkin aku ridak rela dengan semua yang terjadi sementara itu yang terbaik dg Allah yang mencintaiku.
mengikhlaskan segalanya padaNya..
sebab diri kitapun bukan milik kita.
jalani saja apa yang diinginkan pemilik jiwa.
Jumat, 08 April 2016
Gadis Rindu
Aku disini, masih terperangkap dalam ketakutan tak berwujud..
Terbelenggu oleh masa lalu,,
Mengutuk takdir bahkan menyalahkan semua hal.
Larut dalam kesedihan dan membiarkan setiap kesempatan yang datang pergi begitu saja..
Bahkan menyia-nyiakan setiap bantuan Allah..
Ahh..
kapan angan itu akan kembali datang..
kapan harapan ini akan kembali adaa.
Aku rinduu..
Rindu yang menyesakan dada..
rindu berdua-dua disepertiga malamnya,,
merayu mesrah dengan linangan air mata.. menjumput kekuatan untuk hari esok..
aku rindu ketenangan dan kedamaian bersama Dia..
namun dosaku membuat sekat antara aku dan Dia..
membuat semua terasa hampaa..
ahh
aku bingung,, namun yang aku sadari sekarang adalah mencari cara agar Dia mengampuniku..
"layaknya seorang manuasia yang menghamba pada tuhannya..
setiap ujian adalah tanda Cinta Nya agar hamba Nya selalu dekat dengan Nya..
saatnya untuk move on dan move up ..
Bismillaah...
tak peduli seberapa sering gagal dan seberapa terpuruk..
yang terpenting adalah seberapa kali mau bangkit dan kembali berjalan menuju NYa..
bukan hanya hasil tapi proses menuju hasil.
Terbelenggu oleh masa lalu,,
Mengutuk takdir bahkan menyalahkan semua hal.
Larut dalam kesedihan dan membiarkan setiap kesempatan yang datang pergi begitu saja..
Bahkan menyia-nyiakan setiap bantuan Allah..
Ahh..
kapan angan itu akan kembali datang..
kapan harapan ini akan kembali adaa.
Aku rinduu..
Rindu yang menyesakan dada..
rindu berdua-dua disepertiga malamnya,,
merayu mesrah dengan linangan air mata.. menjumput kekuatan untuk hari esok..
aku rindu ketenangan dan kedamaian bersama Dia..
namun dosaku membuat sekat antara aku dan Dia..
membuat semua terasa hampaa..
ahh
aku bingung,, namun yang aku sadari sekarang adalah mencari cara agar Dia mengampuniku..
"layaknya seorang manuasia yang menghamba pada tuhannya..
setiap ujian adalah tanda Cinta Nya agar hamba Nya selalu dekat dengan Nya..
saatnya untuk move on dan move up ..
Bismillaah...
tak peduli seberapa sering gagal dan seberapa terpuruk..
yang terpenting adalah seberapa kali mau bangkit dan kembali berjalan menuju NYa..
bukan hanya hasil tapi proses menuju hasil.
Langganan:
Postingan (Atom)