Dikolong langit sore, ku terpaku dibuai semilir angin yang menyibak luka lama.
Kali ini kubiarkan dia menusuk hingga relung hati,
hingga perih itu masih kurasa..
ah ternyata begitu sulit untuk ikhlas..
kurebahkan tubuh di tengah ilalang yg bersenandung mesrah ditiup sang angin.
semakin perih,seolah ilang-ilangan itu mencabik-cabik hati.
ah tidak,, tidak.. jangan begitu.
sekali lagi ku coba membiarkan diri hanyut dalam keagungan ciptaannya,,
kali ini ada rasa yang berbeda..
ada rasa yang memenihi dada..
seolah semua terasa ringan.
aku membiarkan diri larut dalam keagungannya hingga syukur memenuhi dada..
luka itu mulai tertutup kembali..
mencoba untuk Ridho dengan segala ketentuannya,
menjadikan ikhlas sebagai jalan untuk menemukan kebahagian baru.
menjadikan syukur sebagai pilihan terbaik untuk menemukan ketenangan.
sekali lagi aku ingat,,
biarkan semua menjadi masa lalu..
mengikhlaskan yang telah pergi dan merangkai kembali puing-puing harapan.
bagaimana mungkin aku berpaling
sementara kemanapun mukaku kuhadapakan yang kutemui adlah karunia Nya.
bagaimna mungkin aku ridak rela dengan semua yang terjadi sementara itu yang terbaik dg Allah yang mencintaiku.
mengikhlaskan segalanya padaNya..
sebab diri kitapun bukan milik kita.
jalani saja apa yang diinginkan pemilik jiwa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar